Saturday, September 10, 2011

Naluri Macan

Seekor macan terlihat kelelahan setelah pulang berburu. Perutnya sudah keroncongan, namun dia masih harus menunggu suaminya menikmati hasil buruannya. Seekor burung nazar yang juga menanti sisa-sisa makanan bertanya,"Mengapa kamu mau menikah dan hidup bersama dengan seekor singa?" Macan itu tersenyum dan sambil memeluk anak-anaknya,"Karena aku mencintainya."

Naluri Buaya

Seekor buaya terlihat sedang melamun di pinggiran sungai Grumeti. Di sekelilingnya terlihat buaya-buaya yang lain sedang sibuk menyantap kerbau-kerbau hutan yang mencoba melintas. Seekor kerbau hutan yang sudah tergeletak pasrah di hadapannya bertanya,"Apakah engkau sama seperti buaya-buaya yang lain?" Buaya itu membuka mulutnya lebar-lebar,"Entahlah, yang pasti sekarang aku lapar dan engkau kelihatan lezat." 

Monday, September 5, 2011

Ketika Senja Mulai Menjelang


Seekor anak ayam sedang bermain di ladang
Berlari riang di bawah cakrawala yang terbentang
Sesekali matanya memandang gunung yang menjulang
Ketika senja mulai menjelang
Harapannya segera melihat bintang-bintang yang cemerlang
Ketika senja mulai menjelang
Dia mendengar suara berkumandang,“Ayo Sayang, kita pulang ke kandang.”