Seekor macan terlihat kelelahan setelah pulang berburu. Perutnya sudah keroncongan, namun dia masih harus menunggu suaminya menikmati hasil buruannya. Seekor burung nazar yang juga menanti sisa-sisa makanan bertanya,"Mengapa kamu mau menikah dan hidup bersama dengan seekor singa?" Macan itu tersenyum dan sambil memeluk anak-anaknya,"Karena aku mencintainya."
Saturday, September 10, 2011
Naluri Buaya
Seekor buaya terlihat sedang melamun di pinggiran sungai Grumeti. Di sekelilingnya terlihat buaya-buaya yang lain sedang sibuk menyantap kerbau-kerbau hutan yang mencoba melintas. Seekor kerbau hutan yang sudah tergeletak pasrah di hadapannya bertanya,"Apakah engkau sama seperti buaya-buaya yang lain?" Buaya itu membuka mulutnya lebar-lebar,"Entahlah, yang pasti sekarang aku lapar dan engkau kelihatan lezat."
Monday, September 5, 2011
Ketika Senja Mulai Menjelang
Seekor anak
ayam sedang bermain di ladang
Berlari
riang di bawah cakrawala yang terbentang
Sesekali
matanya memandang gunung yang menjulang
Ketika
senja mulai menjelang
Harapannya
segera melihat bintang-bintang yang cemerlang
Ketika
senja mulai menjelang
Dia
mendengar suara berkumandang,“Ayo Sayang, kita pulang ke kandang.”
Friday, July 22, 2011
Destinasi
Sekelompok ikan teri sedang mengantri di depan counter imigrasi. Uniknya, antrian ini seolah tidak pernah berakhir, setiap ikan teri yang berhasil mencapai petugas untuk mendapatkan cap, dikirim balik ke barisan yang paling belakang, dan begitu seterusnya. Ketika ditanya apa masalahnya,salah satu ikan teri menjawab,”Petugas itu selalu menanyakan tujuan kami, mana kami tahu, kami kan cuma ikut-ikutan.”
Kejujuran
Seekor kelinci sedang melangsungkan upacara pernikahannya. Ketika ditanya oleh pendeta apakah dia bersedia untuk setia sehidup semati. Sang kelinci pun berpikir lama dan akhirnya mengucapkan,”uhmmm….gak janji yah.”
Empati
Seekor berang-berang bercerita bagaimana dia baru saja kehilangan seluruh keluarga dan rumahnya akibat sebuah banjir besar. Seluruh hewan terdiam dan mendengarkan dengan penuh simpati. Seekor merpati tak dapat menahan air matanya dan memeluk berang-berang itu.”Aku merasakan apa yang kamu rasakan.”
Home Sweet Home
Sekelompok burung bangau baru saja tiba di sebuah rawa. Mereka baru pulang migrasi dari Selatan. Seekor katak yang tidak pernah mengira kepulangan mereka menanyakan alasannya. Sambil membongkar kopernya seekor burung bangau berujar,”Rawa ini adalah rumah kami.”
Labeling
Seekor anjing pudel merasa begitu kesepian dan rendah diri. Tidak ada hewan-hewan lain yang mau bermain dengannya. Sampai suatu hari sang pudel mendapatkan pencerahan. Ia mulai memikirkan bagaimana caranya untuk melepaskan tulisan “AWAS ANJING GALAK” di depan pintu pagar.
Prioritas
Seekor babi diberi kesempatan untuk mengajukan 3 permohonan. Tanpa berpikir panjang, sang babi meminta kekayaan, kekuasaan dan semua kenikmatan dunia. Pencipta mengeryitkan dahi dan bertanya,”uhm, apakah kamu tidak berminat untuk menjadi seorang manusia?”
Wednesday, July 20, 2011
Dreamer
Seekor anak rajawali yang terjatuh dari sarangnya ditemukan oleh seekor induk ayam. Ia pun dibesarkan dan hidup bersama dengan anak-anak ayam lainnya. Setelah dewasa, ia melihat ke langit dan bergumam dalam hatinya,"andai aku bisa terbang tinggi seperti rajawali.”
Jump!
Seekor anak ayam berjalan di tepian tebing, ia berniat untuk mengakhiri hidupnya sebagai ayam. Sang anak ayam pun meloncat, terjun bebas ke dalam lembah yang curam. Dia menjadi panic dan berubah pikiran, tapi semuanya sudah terlambat! Dia terus-menerus mengepak-ngepakkan sayapnya sampai akhirnya dia menemukan dirinya terbang di antara pohon-pohon cemara. Dia adalah sang rajawali.
Last Chance
Seekor kucing hidup dengan saleh dan banyak berbuat kebaikan. Ketika ditanya mengapa ia berlaku demikian. Sambil berjalan dalam sebuah labyrinth, kucing itu menjawab,” Ini adalah kehidupanku yang ke sembilan.”
Monkey Business
Seekor bebek sedang mengantri untuk pembuatan passport. Seekor monyet menghampirinya dan berkata, “Mari saya bantu, satu hari selesai.”
Lepas
Seekor bebek terlihat duduk di pinggiran sungai memegang bungkusan yang berisi bulu-bulu angsa. Helai demi helai, sang bebek melepaskan bulu angsa ke dalam sungai, membiarkannya hanyut oleh air entah kemana. Seekor kura-kura mendekatinya, menanyakan mengapa sang bebek terlihat begitu sedih. Dengan suara serak dari kerongkongannya keluar jawaban,”ini waktunya untuk melepaskan.”
Diskriminasi Cinta
Seekor kodok ditangkap dan diadili dengan tuduhan pelecehan seksual. Ketika tiba saatnya untuk mengajukan pembelaan, sang kodok berkata,”Aku hanya mencoba untuk menemukan cinta sejatiku. Apabila sang putri bebas mencium banyak kodok demi menemukan pangeran impiannya, maka para juri yang terhormat, apakah cinta hanya untuk para bangsawan?”
Friday, July 1, 2011
Abu-abu
Segerombolan zebra mengadakan unjuk rasa di sebuah lapangan. Mereka memrotes rencana pemerintah mengeluarkan Undang-Undang yang mengesahkan pernikahan sejenis. Seekor banteng menemui mereka dan berbicara melalui pengeras suara,”Wahai, Saudara-saudara. Di rimba ini, tidak semuanya hitam putih!”
Kreativitas
Seekor burung pipit yang keheranan berjumpa dengan seekor anak kerbau terlihat sedang bersantai di bawah pohon di pinggir sebuah kubangan. Ketika ditanya mengapa ia tidak membajak sawah. Kerbau kecil itu menjawab,”Aku sedang menulis sebuah cerita tentang serdadu traktor”
Inovasi
Seekor burung pipit menghampiri seekor ular yang terlihat sibuk di bengkelnya. Ketika ditanya apa yang sedang ia lakukan. Sang ular menjawab,”Tidakkah kau lihat? Aku sedang mendesain sebuah traktor!”
Bekerja
Metamorfosis
Seekor aktivis yang melayani hewan-hewan miskin, hina dan telantar meninggal dunia. Pada batu nisannya tertulis: lahir sebagai ulat, hidup sebagai kupu-kupu, mati sebagai bukti kasih karunia Pencipta.
Degradasi
Seekor rubah yang menjadi buronan KPK ditemukan tewas di pedalaman hutan Afrika. Setelah dikubur, pada nisannya tertulis: lahir sebagai rubah, hidup sebagai ayam, mati sebagai cacing.
Fidele a la morte
Thursday, June 30, 2011
Risiko
Krisis Identitas
Seekor anak katak lahir di sebuah rawa. Dia berenang dan bermain dengan ikan-ikan kecil di sana. Ketika kaki dan tangannya mulai tumbuh, teman-temannya mulai menjauhinya dan menganggap dia aneh. Sang katak menjadi sedih dan naik ke permukaan. Di sana dia melihat dengan seekor burung bangau. Melompat dan terus melompat lebih tinggi, namun dia tak pernah berhasil untuk terbang setinggi sang bangau. Setelah lelah mencoba, akhirnya dia duduk menyerah di sebuah lingkaran daun teratai. Mengeluh kepada Pencipta,”mengapa Engkau menciptakan aku seperti ini?”
Kebebasan
Seekor anak orang utan lahir di sebuah pusat rehabilitasi. Bosan dan merasa terkurung di sana, dia mencoba kabur ketika petugas membuka pintu untuk membersihkan kandangnya. Sang orang utan terus bergelayutan dari pohon ke pohon sambil tertawa-tawa. Aku bebas! Sampai dia mulai lelah dan merasakan perutnya keroncongan, tapi siapa yang akan mengantarkan makanan siang ini?
Kepintaran
Seekor kakaktua putih diselamatkan dari usaha penyelundupan. Dia dikarantina di sebuah pusat rehabilitasi. Sang kakaktua putih ini pandai berceloteh,”I love you! I love you! I love you!’’ apabila ada manusia yang mendekati sangkarnya. Seharusnya sebagai hewan langka, dia dikembalikan ke alam liar untuk beregenasi. Namun, menurut relawan yang sedang bekerja di sana, kakaktua putih ini tidak akan pernah bisa melihat rumahnya kembali, karena dia sudah terlalu pintar!
Bertahan Hidup
Seekor gurita ditangkap oleh petugas penjaga kebersihan laut atas tuduhan pencemaran lingkungan. Ketika jaksa bertanya apa alasannya, gurita itu menjawab dengan kepala tertunduk dan terbata-bata ,”…saya hanya… mencoba…. untuk… bertahan…. hidup…”.
Ketekunan dan Kerja Keras
Seekor lebah terperangkap dalam sebuah rumah, dia mencoba untuk keluar melalui jendela. Setelah berulang-ulang menabrak kaca akhirnya dia mati kelelahan. Di sorga, malaikat bertanya apa penyebab kematiannya. Sang lebah menjawab,”kunci kesuksesan adalah ketekunan dan kerja keras!”
Percaya Diri
Seekor burung merak berjalan lenggak lenggok, memamerkan keindahan bulunya. Penasaran dengan tingkahnya, seekor ayam bertanya mengapa dia berlaku demikian. Sambil menegakkan kepalanya burung merak itu menjawab,”saya lagi berusaha untuk kelihatan menarik.”
Mandiri
Seekor orang utan yang baru dilepaskan dari pusat rehabilitasi bergabung dengan teman-temannya di alam bebas. Ketika jam makan siang, semua orang utan memakan pisang dengan lahapnya, kecuali dia yang baru bergabung. “kamu sudah tidak doyan pisang?” tanya temannya. “bukan, aku tidak tahu bagaimana cara mengupasnya.”, jawabnya sambil tersipu.
Subscribe to:
Posts (Atom)